Dasar teori
Kegiatan di labolatorium biologi sering kali menggunakan
mikroskop sebagai alat bantu untuk mengamati benda-benda yang berukuran
mikroskopik . ada dua macam mikroskop yang umum digunakan dilabolatorium, yakni
:
1.
Mikroskop cahaya
Dikemal juga dengan nama “Compound light
microscope” adalah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti
cahaya matahar, Sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Mikroskop
konvensional ini mengunakan cermin datar atau cermn cekung untuk memantulkan
sinar matahari sebagai sumber cahaya untuk melihat objek.
Mikroskop cahaya menggunakan 3 jenis lensa,
yaitu lensa objekti, okuler, dan kondensor.lensa objektif dan okuler terletak
di kedua ujung tabung mikroskop. Penggunaan lensa okuler bisa berbentuk lensa
tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler).
Lensa objektif berfungsi untuk membentuk
bayangan pertama, menentukan struktur bayangan akhir dan memperbesar
bayangan.lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan lensa objektif
antara 4 sampai 25 kali. Lensa kondensor yang berfungsi untuk mendukung terciptanya
pencahayaan pada objek.
Mikroskop cahaya terbagi menjadi :
a.
Mikroskop medan terang
Mikroskop ini menghasilkan perbesaran maksimum sekitar 1000 dm,
menggunakan lensa okuler ganda (bimokuler) untuk mengamati benda 2 dimensi .
b.
Mikroskop medan gelap
Dilengkapi kondensor medan-gelap dan objektif ber-NA rendah untuk
mengarahkan berkas cahaya ke medan specimen pada suatu sudut sehingga hanya
berkas yang mengenai objek pada medan itu yang dibiaskan dan memasuki objektif
. mikroskop ini berguna untuk pemeriksaan mikroorganisme hidup. Example : bakteri.
2.
Mikroskop stereo
Digunakan untuk mengamati objek 3
dimensi dengan cara mengamati objek
secara utuh… example : cendawan atau fungi.
Secara keseluruhan bentuk dan fungsi bagian
mikroskop stereo tidak jauh berbeda dengan mikroskop cahaya 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar