Sabtu, 02 Agustus 2014

Mikroskop



Dasar teori
Kegiatan di labolatorium biologi sering kali menggunakan mikroskop sebagai alat bantu untuk mengamati benda-benda yang berukuran mikroskopik . ada dua macam mikroskop yang umum digunakan dilabolatorium, yakni :
1.       Mikroskop cahaya
Dikemal juga dengan nama “Compound light microscope” adalah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahar, Sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Mikroskop konvensional ini mengunakan cermin datar atau cermn cekung untuk memantulkan sinar matahari sebagai sumber cahaya untuk melihat objek.
Mikroskop cahaya menggunakan 3 jenis lensa, yaitu lensa objekti, okuler, dan kondensor.lensa objektif dan okuler terletak di kedua ujung tabung mikroskop. Penggunaan lensa okuler bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler).
Lensa objektif berfungsi untuk membentuk bayangan pertama, menentukan struktur bayangan akhir dan memperbesar bayangan.lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan lensa objektif antara 4 sampai 25 kali. Lensa kondensor yang berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada objek.
Mikroskop cahaya terbagi menjadi :
a.       Mikroskop medan terang
Mikroskop ini menghasilkan perbesaran maksimum sekitar 1000 dm, menggunakan lensa okuler ganda (bimokuler) untuk mengamati benda 2 dimensi .
b.      Mikroskop medan gelap
Dilengkapi kondensor medan-gelap dan objektif ber-NA rendah untuk mengarahkan berkas cahaya ke medan specimen pada suatu sudut sehingga hanya berkas yang mengenai objek pada medan itu yang dibiaskan dan memasuki objektif . mikroskop ini berguna untuk pemeriksaan mikroorganisme hidup. Example : bakteri.
2.       Mikroskop stereo
Digunakan untuk mengamati objek 3 dimensi  dengan cara mengamati objek secara utuh… example : cendawan atau fungi.
Secara keseluruhan bentuk dan fungsi bagian mikroskop stereo tidak jauh berbeda dengan mikroskop cahaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar