Minggu, 03 Agustus 2014

Making snow cone with NUTRISARI



Snow cone is a famous dessert that you can find in almost all kind of amusement parks. It is cheap and very colorful. However,  you can actually make one at home . it is fun to make . let me tell you how to make your own snow cone.
Ingredients :
-          ¾ cup sugar
-          ¾ cup water
-          1 packet (0.16 oz) of Nutrisari
-          Ice
Tools :
-          Snow cone maker or food processor
-          Bottles for syrup
-          Funnel
-          Snow cone cups
Instructions :
  • -          In a medium pan, combine sugar and water , bring to a boil, stiring occasionally
  • -          Reduce heat and let simmer 3 minutes
  • -          Remove from heat and sprinkle Nutrisari packet in-be sure to sprinkle and not dump, it will combine better
  • -          Stir for 1-2 minutes to dissolve completely
  • -          Using a funnel, very carefully pour the syrup into a bottle –depending in the size of the bottle , you made need 2 batches to fill the bottle
  • -          Place in fridge to chill
  • -          Crush ice in snow cone maker or food processor
  • -          Fill snow cone cups , and syrup


Berkenalan dengan Kimia



Kimia
1.       Berkenalan dengan kimia
a.       Ruang lingkup ilmu kimia
Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari segala materi, meliputi:
1.       Susunan: penyusun suatu materi dinyatakan dengan rumus kimia
2.       Struktur : gambaran tentang bagaimana atom saling terkait
3.       Sifat dan perubahannya : sifat khas (spesifik) yang membedakannya dari zat lain serta perubahan yang dialami oleh materi.
4.       Energi yang menyertai perubahan tersebut, eneergi (dalam bentuk kalor) yang dilepas atau dibutuhkan dalam suatu perubahan kimia (reaksi kimia)
b.      Peranan ilmu kimia dalam kehidupan iptek
Manfaat mempelajari ilmu kimia:
1.       Pemahaman yang lebih baik terhadap alam sekitar dan berbagai proses yang berlangsung di dalamnya.
2.       Mengubah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna untuk memenuhi kebutuhan (cat, sabun, pastagigi, kosmetik,plastic, obat-obatan, pupuk, pestisida, bahan bakar, ) termasuk produk teknologi (TV, mesin pendingin, pesawat,industry mobil)
3.       Pembentukan sikap menjadi terbiasa menghadapi masalah, memecahkannya secara logis dan terencana.
c.       Kedudukan ilmu kimia diantara ilmu lainnya
Ilmu kimia merupakan central science , karena peranan nya yang sangat penting diantara ilmu lain.
Ilmu kimia dalam kaitannya dengan ilmu lain dicontohkan seperti :
Dalam bidang social:  membantu menyelesaikan masalah social  seperti : ekonomi, hukum (identifikasi barang bukti), seni (memeriksa asli atau tidaknya suatu seni), lingkungan.
d.      Perkembangan ilmu kimia
1.       3500 SM , peradaban mesir kuno, telah diketahui cara membuat anggur , pengawetan mayat dan pengolahan beberapa logam seperti tembaga dan timah.
2.       Abad  4 SM, Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi. Democritus mengemukakan bahwa setiap materi terdiri dari partikel terkecil yang disebut atom. Aristoteles mengemukakan bahwa setiap materi terbentuk dari 4 jenis  unsur yaitu tanah,air, udara dan api.
3.       500-1600 M, ilmu kimia lebih diarahkan kesegi praktis. Pada saat ini ilmuan Arab dan Persia :
·         Telah membuat berbagai jenis zat, (alcohol,arsen, zink, asam iodidia, asam sulfat dan asam nitrat )
·         Berupaya mengubah beberapa logam (besi, tembaga dan zink) menjadi emas.
·         Mencari obat muzarab mengurangi penuaan atau memperpanjang umur.
Nama ilmu kimia lahir pada masa ini, berasal dari bahasa Arab al-kimiya (perubahan materi) dimana  nama ini diberikan oleh ilmuan Arab yaitu Jabir Ibn Hayyan (700-778)
4.       Abad 18, lahirnya kimia modern.
·         Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) ahli kimia Prancis , melakukan percobaan yang akhirnya menemukan hokum kekekalan massa,
·         Dalton (1766-1844) pada tahun 1803 , guru Inggris mengajarkan teori atom pertama.
·         1800, 30 unsur kimia sudah dikenal.
·         1900, unsur yang ditemukan meningkat menjadi lebih dari 80
·         2002, sudah ditemukan 114 unsur.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Mikroskop



Dasar teori
Kegiatan di labolatorium biologi sering kali menggunakan mikroskop sebagai alat bantu untuk mengamati benda-benda yang berukuran mikroskopik . ada dua macam mikroskop yang umum digunakan dilabolatorium, yakni :
1.       Mikroskop cahaya
Dikemal juga dengan nama “Compound light microscope” adalah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahar, Sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Mikroskop konvensional ini mengunakan cermin datar atau cermn cekung untuk memantulkan sinar matahari sebagai sumber cahaya untuk melihat objek.
Mikroskop cahaya menggunakan 3 jenis lensa, yaitu lensa objekti, okuler, dan kondensor.lensa objektif dan okuler terletak di kedua ujung tabung mikroskop. Penggunaan lensa okuler bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler).
Lensa objektif berfungsi untuk membentuk bayangan pertama, menentukan struktur bayangan akhir dan memperbesar bayangan.lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan lensa objektif antara 4 sampai 25 kali. Lensa kondensor yang berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada objek.
Mikroskop cahaya terbagi menjadi :
a.       Mikroskop medan terang
Mikroskop ini menghasilkan perbesaran maksimum sekitar 1000 dm, menggunakan lensa okuler ganda (bimokuler) untuk mengamati benda 2 dimensi .
b.      Mikroskop medan gelap
Dilengkapi kondensor medan-gelap dan objektif ber-NA rendah untuk mengarahkan berkas cahaya ke medan specimen pada suatu sudut sehingga hanya berkas yang mengenai objek pada medan itu yang dibiaskan dan memasuki objektif . mikroskop ini berguna untuk pemeriksaan mikroorganisme hidup. Example : bakteri.
2.       Mikroskop stereo
Digunakan untuk mengamati objek 3 dimensi  dengan cara mengamati objek secara utuh… example : cendawan atau fungi.
Secara keseluruhan bentuk dan fungsi bagian mikroskop stereo tidak jauh berbeda dengan mikroskop cahaya